<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5267576262526214993</id><updated>2012-02-16T17:51:16.373-08:00</updated><category term='bakat'/><category term='gangguan perilaku'/><category term='anak'/><title type='text'>HUMAN'S BLOG</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://551990.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5267576262526214993/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://551990.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>HUMAN'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09032857669322986058</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_RnmIyDrpbJA/TA3IgPP2HSI/AAAAAAAAABU/TxOXj5YYlg8/S220/103660798l.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5267576262526214993.post-7221093791108339877</id><published>2010-06-07T09:00:00.000-07:00</published><updated>2010-06-07T09:12:04.131-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gangguan perilaku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bakat'/><title type='text'>MENGINTIP BAKAT BESAR DI BALIK GANGGUAN PERILAKU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_RnmIyDrpbJA/TA0Z99Vg4YI/AAAAAAAAAA8/pk_2yNQtBV4/s1600/brain.jpeg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 218px; height: 218px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_RnmIyDrpbJA/TA0Z99Vg4YI/AAAAAAAAAA8/pk_2yNQtBV4/s400/brain.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480064873807274370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;Tidak semua anak berbakat punya perilaku layaknya anak-anak  normal.Ada juga di antara mereka yang memiliki gangguan autisme dan  pemusatan perhatian. Saat berusia batita Jason dikenal sebagai bocah  hiperaktif dan ADHD(gangguan pemusatan perhatian). Ia tak pernah bisa  diam dan kadangmenunjukkan agresivitasnya. Ia sangat hobi mengutak-atik  sekaligusmerusak atau menghancurkan barang-barang di rumahnya.  Karenasikapnya itu, orang tua Jason membiarkan rumahnya kosong  melompong. Di balik itu Jason juga termasuk sosok pendiam dan sulit  bergaul.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;Namun, tak ada yang menyangka, bocah hiperaktif macam Jason  ternyatamemiliki kelebihan super yang tak dimiliki anak-anak  seusianya.Kecerdasannya di bidang matematika luar biasa. Tak heran jika  diusia 10 tahun ia sudah bisa masuk SMP dan di usia 13 tahun sudahduduk  di bangku kelas 2 SMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jason, menurut Dr. Reni Akbar Hawadi, M.Psi., termasuk kategori  anak-anak gifted (berbakat) sekaligus handicapped (memilikihambatan).  "Di satu sisi, dia merupakan sosok hiperaktif yangditandai dengan  berbagai perilaku agresifnya. Di sisi lain, ia jugamerupakan seorang  jenius karena memiliki IQ 145 poin, selainkreativitasnya yang tinggi,"  ungkap pengajar di Fakultas PsikologiUniversitas Indonesia yang juga  peneliti anak-anak berbakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BERBAKATKAH ANAK ANDA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Hal senada diungkapkan Astri S. Widianti, Psi., psikolog  dari EssaConsulting Group. Menurutnya, anak berbakat adalah mereka  yangmemiliki kelebihan di atas anak-anak normal. Kelebihan itu  punsetidaknya mencakup tiga hal yang sebagian sudah bisa ditunjukkan  diusia batita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* IQ tinggi&lt;br /&gt;IQ tinggi ditandai dengan ingatan yang kuat. Otaknya seolahberfungsi  bak mesin pemotret. Kalau orang tua menjelaskan berbagaijenis kendaraan  kepada si anak, contohnya, maka keesokan harinya iasudah mampu  mengingat dan menyebutkan semua kendaraan yangdijelaskan tadi sampai  detail. Selain itu, perbendaharaan katanyarelatif luas/banyak, sehingga  biasanya gemar nimbrung ketika orangtuanya bercakap-cakap.Ia pun mampu  berpikir logis dan kritis, sehingga saat menginjak usia prasekolah ia  sudah mampu memecahkan soal-soal aljabar sederhana.&lt;br /&gt;Kejeniusannya terlihat dari kesenangannya mempelajari berbagaibacaan  tebal seperti kamus, ensiklopedi, dan sejenisnya, serta mampu  memecahkan berbagai soal dengan cepat, selain cepat pula menemukan  kesalahan maupun kekeliruan. Tak jarang anak juga menunjukkan kemampuan  supernya seperti mampu membaca lebih cepat di usia yang relatif lebih  muda dibanding anak sebayanya. Kadang kemampuan membaca ini muncul tanpa  pernah diajari sebelumnya secara khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kaya Kreativitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kreativitas ditandai oleh dorongan ingin tahu yang sangat besar,  sering mengajukan pertanyaan yang berbobot, memberi banyak gagasan dan  usulan terhadap suatu masalah, bebas saat menyatakan pendapat,memiliki  rasa keindahan, menonjol dalam salah satu bidang seni, punya pendapat  sendiri, dapat mengutarakan pendapatnya dan tak mudah terpengaruh oleh  pendapat orang lain, punya rasa humor yang tinggi,daya imajinasinya  kuat, serta orisinalitasnya tinggi yang tampakkala ia mengungkapkan  gagasan, buah pikiran, dan sejenisnya. Selain itu, ia juga mampu bekerja  sendiri, senang mencoba hal-hal baru, dan mampu mengembangkan/merinci  suatu gagasan (kemampuan elaborasinyabagus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Motivasi Kuat&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus-menerus dalam  waktu lama dan tak mau berhenti sebelum selesai), ulet menghadapi  kesulitan (tak lekas putus asa), tak memerlukan dorongan dari luar untuk  menunjukkan prestasi, ingin mendalami materi/bidang pengetahuan  yangdiberikan, selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin (tak cepatpuas  dengan prestasi yang diraihnya), menunjukkan minat terhadap aneka  masalah "orang dewasa" semisal soal pembangunan, korupsi,keadilan, dan  sebagainya. Ia pun senang dan rajin belajar serta penuh semangat, hingga  cepat bosan pada tugas-tugas rutin, memiliki orientasi pada  tujuan-tujuan jangka panjang disamping bisa menunda pemuasan kebutuhan  sesaat. Singkatnya, "Jika seorang anak memiliki tiga kriteria tersebut,  maka ia termasuk anak berbakat," tandas Reni.Ia lalu menuturkan, saat  ini memang terjadi perdebatan besar mengenai anak-anak berbakat (gifted)  dengan disability learning(kesulitan belajar). Sayangnya, berbagai  gangguan dan kekuranganyang ditunjukkan sang anak kerap menutup mata  orang tua untuk melihat berbagai kelebihan di baliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BELUM POPULER&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;Memang, tidak semua anak autis memiliki  kelebihan-kelebihan yangdimiliki anak-anak gifted. Penyandang autisme  umumnya memiliki kemampuan intelektual di bawah rata-rata, bahkan 70% di  antaranya menunjukkan retardasi mental. Mereka juga kurang mampu  berkonsentrasi, sehingga memerlukan terapi secara rutin. Kendati begitu,  tidak sedikit penyandang autisme ataupun anakhiperaktif yang memiliki  bakat luar biasa dan ber-IQ tinggi. Sepintas, anak-anak ini umumnya  terlihat hiperaktif, kurang konsentrasi, ceroboh, pembosan dan kadang  agresif. Padahal, dalam dirinya tersimpan potensi yang sangat  besar.Itulah mengapa, cara pandang bahwa keberbakatan hanya bisa  dimiliki anak-anak normal harus diubah. Anak berbakat tidak mengenal  batasan negara, strata sosial, dan berbagai kekurangan ataupun gangguan  perilaku yang dimiliki seorang anak. Kalau sudah ditakdirkan gifted,ya  gifted. &lt;/span&gt;   &lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;Memang kategori gifted-handicapped ini, ungkap Reni, masih  belumpopuler di Indonesia. "Ini berbeda dengan negara-negara maju  seperti Amerika dan Australia. Mereka sudah memiliki perkumpulan khusus  yang menangani anak-anak gifted sekaligus memiliki gangguan seperti  autis dan hiperaktif atau gifted-handicapped." &lt;/span&gt;   &lt;strong style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;PERBEDAAN AUTIS DAN GIFTED-HANDICAPPED&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;Menurut Reni, membedakan anak autis sekaligus gifted memang bukan  perkara mudah. "Namun orang tua yang memiliki anak gifted-handicapped  biasanya akan bisa merasakan adanya kelebihan-kelebihan yang dimiliki  buah hatinya."Reni lantas mencontohkan seorang ibu yang sempat  "mencurigai" kelebihan-kelebihan yang dimiliki batitanya yang autis. Si  anak hiperaktif, tak mau menoleh kalau dipanggil, tapi sudah menguasai  beberapa program sederhana di komputer. Akhirnya, setelah  melaluipemeriksaan di luar negeri, anak tersebut dikategorikan sebagai  gifted-handicapped child. Memang sayang, instrumen penelitian untuk  mengetahui keakuratan gifted-handicapped belum ada di Indonesia.  "Alhasil, jika inginmengetahui anaknya gifted atau tidak, harus melalui  pemeriksaan dinegara-negara maju seperti Singapura, Belanda, dan  Australia,"lanjut Reni. Jadi bukan perkara gampang untuk menentukan  apakah seorang anak berbakat atau tidak, termasuk pada anak autis.  Namun, tanpa perangkat tes sebetulnya bisa saja keberbakatan ini dilihat  dan diukur dari performa anak secara kasat mata. &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;Contoh konkretnya, meski konsentrasi anak-anak autis cepat buyar dan  perhatiannya mudah teralih, tapi dalam bidang tertentu ia bisamen  curahkan konsentrasinya. Semisal, anak batita yang bisa mengoperasikan  beberapa program komputer yang relatif njlimet untuk anak seusianya. &lt;/span&gt;   &lt;strong style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;BUTUH PENANGANAN KHUSUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;Anak-anak berbakat sekaligus memiliki gangguan ini, ungkap  Reni danAstri, memang perlu penanganan khusus. Kecepatannya dalam  menerima pelajaran, contohnya, membuat mereka tak bisa disamakan dengan  anak-anak normal lainnya. Jika anak lain masih berkutat di materi A,  makaa nak gifted sudah bisa menguasai materi C. Demikian halnya dengan  anak-anak gifted-handicapped.Hal ini berlaku baik saat menjalani terapi  maupun saat menstimulasi kognisi si anak. Untuk terapi, misalnya,  anak-anak gifted-handicapped tidak bisa disamakan dengan anak-anak autis  pada umumnya.Kecepatannya menerima materi terapi membuat anak  gifted-handicapped cepat bosan. Tak heran jika mereka biasanya ogah  diterapi yang ditunjukkan dengan sikap marah, kerewelan atau menangis  saat diterapi. Meski begitu ia sangat menguasai materi terapi &lt;/span&gt;   &lt;strong style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;STIMULASI YANG BISA DIBERIKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;Astri menganjurkan orang tua dengan anak-anak seperti itu  untuk banyak memberikan penjelasan tentang segala sesuatu yang dirasa  menarik buat si kecil. Misalnya saat turun hujan, orang tua mampu  menjelaskan mengapa bisa terjadi fenomena alam seperti itu. Jelaskan  dengan cara sederhana dan singkat. &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;Begitu juga saat melihat berbagai hal menarik yang diamatinya  diteve. Orang tua cukup menerangkannya secara singkat kepada si  anak,sebab tak jarang konsentrasi anak-anak gifted ini pendek sehingga  cepat bosan. Jangan segan-segan pula membacakan berbagai cerita menarik  kepada sikecil. Setelah itu, biarkan ia menanggapinya. Agar  kreativitasnya semakin terasah, orang tua juga bisa mengajukan berbagai  pertanyaan kritis kepada anak. Lengkapi juga fasilitas keluarga dengan  sarana dan prasarana yang mengandung unsur edukasi, seperti buku-buku  pengetahuan dan fiksi,video, mainan, alat-alat musik, alat lukis, alat  permainan aktif seperti bola kaki, bola basket lengkap dengan jaring,  dan sebagainya. Dengan sarana edukasi tersebut, orang tua bisa  melihatsejauh mana bakat si anak. Setelah bakatnya ketahuan, orang tua  bisa menyalurkan bakat si kecil lebih lanjut. Jika terlihat berbakat  melukis, contohnya, orang tuabisa memasukkannya ke sanggar lukis khusus  buat anak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 102, 51); font-weight: bold;"&gt;Saeful Imam. Ilustrator: Pugoeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari &lt;/span&gt;&lt;a href="http://gifted-disinkroni.blogspot.com/2004/09/mengintip-bakat-besar-di-balik.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 102, 51); font-weight: bold;"&gt;http://gifted-disinkroni.blogspot.com/2004/09/mengintip-bakat-besar-di-balik.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5267576262526214993-7221093791108339877?l=551990.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://551990.blogspot.com/feeds/7221093791108339877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://551990.blogspot.com/2010/06/mengintip-bakat-besar-di-balik-gangguan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5267576262526214993/posts/default/7221093791108339877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5267576262526214993/posts/default/7221093791108339877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://551990.blogspot.com/2010/06/mengintip-bakat-besar-di-balik-gangguan.html' title='MENGINTIP BAKAT BESAR DI BALIK GANGGUAN PERILAKU'/><author><name>HUMAN'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09032857669322986058</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_RnmIyDrpbJA/TA3IgPP2HSI/AAAAAAAAABU/TxOXj5YYlg8/S220/103660798l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_RnmIyDrpbJA/TA0Z99Vg4YI/AAAAAAAAAA8/pk_2yNQtBV4/s72-c/brain.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
